Jakarta
Selamat pagi jakarta, aku kembali lagi untuk bekerja,
kuli..dan..kuli senin esok aku akan belanja, dan sengaja aku datang lebih awal
hari nya, aku pikir aku bisa ketemu seseorang yang aku rindukan...
Mungkin otak ku sudah kacau.. bahkan aku tak tau lagi
manabaik mana buruk, weekend ini aku habiskan di club bersama dengan teman
teman ku (equinox PS) aku pikir ini bisa
fun, dan stidak nya aku tidak begitu memikirkan seseorang itu.. tapi sial nya..
malam tadi sangat kacau... dan aku kembali kedunia itu lagi dimana aku kembaali
mabuk dan berantakan dan yang memalukan aku harus beberapa kali muntah di
parkiran, salah seorang teman ku berkata aku beberapa kali memanggil Mario...
haahhhh.. ntah lah tuhan... mungkin pun ia sedang tidur dengan istri nya..
dasar aku wanita bodoh... dan ketika aku
bangun kepala ku terasa pusing dan berat lihat luka memar di tangan ku seperti
memukul bendakeras, dan aku baru sadari malam itu aku memukul tembok di kamar
mandi krena kesall nya sambil menjerit.. ohh god kacau nya aku...
Ini hari minggu dan aku coba menghubungi orang yang ada
difikiran ku, krn sebahagian kedatangn ku adalah untuk menjumpainya, mau atau
tidak nya dia ya resiko, Alhamdulillah nya dia mau. Kita jumpa di cafe De’luca
PS dengan wajah ketakutan dan pasrah aku jumpainya, melihatnya dari jarah
kejauhan saja bagi ku cukup, tapi kali ini aku masih diberikesempatan
bertemunya. Akhirnya aku menyapanya.. “Hai..”.. “yaa..mau duduk dimana?”
balasnya “terserah” blasku, gugup dan senang sedih dan bahaagia di kepalaku,
dan kami pun berjalan menuju ke tempat yang masih buka,.
10 menit kami duduk tidak ada yang berbicara sapatahkata
pun, dia memesan ice lecy tea nya dan sibuk dengan minuman nya, dan aku pun
diam bodoh seperti cuma aku dna dia di cafe itu, akhirnya aku bicara utuk
mengembaikan uang yang ada direkening kami, dia menolak dan menyuruhku untuk
mentransfernya saja, sebenarnya itu alasan aku untuk bertemu nya langsung, tapi
diaa menyuruh untuk trnsfer, yaaah mungkin mmng dia tak ingin untuk aku temui
lagi...
Dan tidak lama kami harus pulang krn cafe mau tutup, seperti
biasa dengan keraas kepalanya dia memaksa menghantarkan ku, mau tidak mau aku
harus mau krn aku sudah meminta bertemu dengan nya. Aku diantarnya kehotel yang
dulu pun kami pernah bertengkar, aku rasa, hampir etiap tempat kami pernah
bertengkaar.
Sepanjang jalan pulang kami masih diam berdua di mobil, dan
sampailah di hotel, aku turun dan ucapkan terimakasih masih maau bertemu, melihat nya pergi begitu saja berat
bagi ku, aku seperti orang bodoh yang tidak tau harus berbuat apa, bukannnya
aku menahan nya, malah membiarkan nya ddia pergi...
Ntah apa dalam fikiran ku tuhan.. tenangkan lah, sebelum
turun dia meminta pelukan terakhir dariku, aku pun taksanggup untuk tidak
memeluknya, rindu.. dan raasa tak ingin
dia pergi, Ya Allah klu memang dia jodohku, permudahkan lah langkah kami<
tapi klu bukan, pisahkan lah kami dengan baik baik, dan berikan yang terbaik untuk
kami masing masing...
Mario.. andai engkau tau, apa yang aku rasakan dan apa yang
aku sembunyikan.. andainya saja aku bertemu dengan mu sebelum engkau menikah..
andai saja aku...
Aku mengenalnya ketika itu aku fikir dia belum menikah, ddan
pada kenyataan nya sudah, pukulan berat bagiku, walaupun katnya dia akann
bercerai, tapi aku belum melihat nya, dan aku takut mengambil milik orang, aku tidak siap.. ntah lah knp itu... aku tak
mau Mario berbagi, dan aku pun tak mau terbagi.
Saat ini ekonomi yang paling sulit aku jalan kan adik mau
asuk sekolah, semua dana hanya aku yang menolong, uang tanah pun harus
terlunasi, mau nangis rasanya, tapi telan sendiri, aku sudah janji takkan
mengeluh soal ini, aku diberikan rejeki lebih krn aku bisa berbagi dengan yang
lain. Sementara aku harus membaayar sisa uang tanah yang cukup besar dan aku
harus fokus mencari uang tambahan. Oleh
karena itu mario marah kepadaku
Dia mencoba menyuruhku buat kembali kemedan pada saat aku
diluar kota, dia todak tau betapa sulut nya aku pergi hanya untuk mencari
pinjaman sementara, yang dia tau kalau aku tidak balik berarti aku tidak
mencintainya dan tidak memilihnya, okeh lah kllu itu pilihan ku
Aku memilih perjuangkan kerjaan ku dahulu, ini sudah lama
kunanti nantisetidak nya aku ssedikit di zona aman soal tanah ini dulu, walaupun
masih ada laagi tugas tugas ku, mungkin
Mario belum jodoh ku... dia datang meminta pilihan pada saat ku sulit..
Dan ini salah ku... aku mencintainya dan menyayanginya, ntah
hal apa yg buat semua ini terjadi, tapi ntah kenapa aku ingin sekali hidup
bersamanya, membahagiakan nya, mendampinginya setiap waktu sampai tua... hmm..
mungkin aku sedang jatuh cinta.. taapi hal parah nya saat ini aku tidak bisa
memenuhi permintaannya.. sisatu sisi aku belum yakin dia akan cerai, dan sisi
laain aku blum stabil usaha ku.
Yang ada hanya penyesalan saat nanti ketika aku tak
bersamanya,, sudahlah.. Ya allah.. aku pasrah padaMu jodoh yang terbaaik yang
Engkau siapkan buat kami berdua.
Rasa syukurku pernah mencintai tapi tak bisa mengungkapkan
nya, dan haaus melepaskan nya.
Mencintai mu indah... dan aku baahaagia pernah
bersaamamu