Rabu, 30 Juli 2014

MJP



Jakarta

Selamat pagi jakarta, aku kembali lagi untuk bekerja, kuli..dan..kuli senin esok aku akan belanja, dan sengaja aku datang lebih awal hari nya, aku pikir aku bisa ketemu seseorang yang aku rindukan...

Mungkin otak ku sudah kacau.. bahkan aku tak tau lagi manabaik mana buruk, weekend ini aku habiskan di club bersama dengan teman teman ku (equinox PS)  aku pikir ini bisa fun, dan stidak nya aku tidak begitu memikirkan seseorang itu.. tapi sial nya.. malam tadi sangat kacau... dan aku kembali kedunia itu lagi dimana aku kembaali mabuk dan berantakan dan yang memalukan aku harus beberapa kali muntah di parkiran, salah seorang teman ku berkata aku beberapa kali memanggil Mario... haahhhh.. ntah lah tuhan... mungkin pun ia sedang tidur dengan istri nya.. dasar aku wanita bodoh...  dan ketika aku bangun kepala ku terasa pusing dan berat lihat luka memar di tangan ku seperti memukul bendakeras, dan aku baru sadari malam itu aku memukul tembok di kamar mandi krena kesall nya sambil menjerit.. ohh god kacau nya aku...

Ini hari minggu dan aku coba menghubungi orang yang ada difikiran ku, krn sebahagian kedatangn ku adalah untuk menjumpainya, mau atau tidak nya dia ya resiko, Alhamdulillah nya dia mau. Kita jumpa di cafe De’luca PS dengan wajah ketakutan dan pasrah aku jumpainya, melihatnya dari jarah kejauhan saja bagi ku cukup, tapi kali ini aku masih diberikesempatan bertemunya. Akhirnya aku menyapanya.. “Hai..”.. “yaa..mau duduk dimana?” balasnya “terserah” blasku, gugup dan senang sedih dan bahaagia di kepalaku, dan kami pun berjalan menuju ke tempat yang masih buka,.

10 menit kami duduk tidak ada yang berbicara sapatahkata pun, dia memesan ice lecy tea nya dan sibuk dengan minuman nya, dan aku pun diam bodoh seperti cuma aku dna dia di cafe itu, akhirnya aku bicara utuk mengembaikan uang yang ada direkening kami, dia menolak dan menyuruhku untuk mentransfernya saja, sebenarnya itu alasan aku untuk bertemu nya langsung, tapi diaa menyuruh untuk trnsfer, yaaah mungkin mmng dia tak ingin untuk aku temui lagi...

Dan tidak lama kami harus pulang krn cafe mau tutup, seperti biasa dengan keraas kepalanya dia memaksa menghantarkan ku, mau tidak mau aku harus mau krn aku sudah meminta bertemu dengan nya. Aku diantarnya kehotel yang dulu pun kami pernah bertengkar, aku rasa, hampir etiap tempat kami pernah bertengkaar.

Sepanjang jalan pulang kami masih diam berdua di mobil, dan sampailah di hotel, aku turun dan ucapkan terimakasih masih maau  bertemu, melihat nya pergi begitu saja berat bagi ku, aku seperti orang bodoh yang tidak tau harus berbuat apa, bukannnya aku menahan nya, malah membiarkan nya ddia pergi...

Ntah apa dalam fikiran ku tuhan.. tenangkan lah, sebelum turun dia meminta pelukan terakhir dariku, aku pun taksanggup untuk tidak memeluknya, rindu.. dan  raasa tak ingin dia pergi, Ya Allah klu memang dia jodohku, permudahkan lah langkah kami< tapi klu bukan, pisahkan lah kami dengan baik baik, dan berikan yang terbaik untuk kami masing masing... 

Mario.. andai engkau tau, apa yang aku rasakan dan apa yang aku sembunyikan.. andainya saja aku bertemu dengan mu sebelum engkau menikah.. andai saja aku... 

Aku mengenalnya ketika itu aku fikir dia belum menikah, ddan pada kenyataan nya sudah, pukulan berat bagiku, walaupun katnya dia akann bercerai, tapi aku belum melihat nya, dan aku takut mengambil milik orang,  aku tidak siap.. ntah lah knp itu... aku tak mau Mario berbagi, dan aku pun tak mau terbagi.

Saat ini ekonomi yang paling sulit aku jalan kan adik mau asuk sekolah, semua dana hanya aku yang menolong, uang tanah pun harus terlunasi, mau nangis rasanya, tapi telan sendiri, aku sudah janji takkan mengeluh soal ini, aku diberikan rejeki lebih krn aku bisa berbagi dengan yang lain. Sementara aku harus membaayar sisa uang tanah yang cukup besar dan aku harus fokus mencari uang tambahan.  Oleh karena itu mario marah kepadaku

Dia mencoba menyuruhku buat kembali kemedan pada saat aku diluar kota, dia todak tau betapa sulut nya aku pergi hanya untuk mencari pinjaman sementara, yang dia tau kalau aku tidak balik berarti aku tidak mencintainya dan tidak memilihnya, okeh lah kllu itu pilihan ku

Aku memilih perjuangkan kerjaan ku dahulu, ini sudah lama kunanti nantisetidak nya aku ssedikit di zona aman soal tanah ini dulu, walaupun masih ada laagi tugas tugas ku,  mungkin Mario belum jodoh ku... dia datang meminta pilihan pada saat ku sulit..

Dan ini salah ku... aku mencintainya dan menyayanginya, ntah hal apa yg buat semua ini terjadi, tapi ntah kenapa aku ingin sekali hidup bersamanya, membahagiakan nya, mendampinginya setiap waktu sampai tua... hmm.. mungkin aku sedang jatuh cinta.. taapi hal parah nya saat ini aku tidak bisa memenuhi permintaannya.. sisatu sisi aku belum yakin dia akan cerai, dan sisi laain aku blum stabil usaha ku.

Yang ada hanya penyesalan saat nanti ketika aku tak bersamanya,, sudahlah.. Ya allah.. aku pasrah padaMu jodoh yang terbaaik yang Engkau siapkan buat kami berdua.

Rasa syukurku pernah mencintai tapi tak bisa mengungkapkan nya, dan haaus melepaskan nya.
Mencintai mu indah... dan aku baahaagia pernah bersaamamu